Ikut Berbahagia

1022 Words

Suara deru mobil terdengar dari halaman rumah. Kedua anak kecil yang tadinya bermain petak umpet, keluar dari persembunyiannya dan melupakan permainan mereka. Bocah-bocah itu berlarian menuju ke arah jendela, mengintip dari sana. Mereka lebih tertarik dengan orang yang baru datang itu dari pada permainan mereka. Keduanya memekik kegirangan melihat siapa yang datang. Sang kakak segera berlari menuju dapur dengan wajah berseri-seri. "Ibu! Ibu!" teriak bocah lelaki itu seraya berlari. Ibunya terlihat sedang menyusun nasi kotak ke dalam sebuah keranjang. Wanita itu menghentikan pekerjaannya dan mendongak, menatap wajah putranya yang terlihat bahagia. "Iya, Nak. Kenapa? Jangan berlarian, Alif! Bahaya kalau sampai Kamu terjatuh, Nak," nasihat sang ibu. "Ibu ... Ibu ... apa Ibu tahu? Kak Lo

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD