Tidak Ingin Pergi

1527 Words

"Wah, ada banyak sekali makanannya," ucap Lovi terkagum, karena di meja makan telah tersedia berbagai macam lauk pauk. Waktu baru menunjukkan pukul enam sore, tetapi mereka berempat sudah duduk dengan tenang di meja makan. Mereka sudah siap untuk menyantap hidangan makan malam yang entah mengapa Yanti sajikan lebih awal. "Iya, Vi. Maaf ini Ibu masak semua. Soalnya, tanggal kadaluwarsa daging, ayam dan beberapa makanan lainnya di kulkas tinggal beberapa hari. Sayang kalau sampai terbuang dan mubazir," ucap Bi Ya Yanti. "Iya nggak papa, Bu. Nanti kalau ada lebihnya berikan saja pada tetangga," ucap Lovi. " Ini gara-gara Tuan Arya terlalu banyak membeli bahan makanan untukku. Padahal dulu aku hanya tinggal sendirian." Setelah berkata demikian, bibir Lovi terkunci rapat. Lovi menyesal kare

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD