Glek! ‘Mampus! Gimana ini? Ke-kenapa Rara malah anteng tidur di pahaku?’ batin Rey sambil melirik ke arah Rara yang sudah pulas tidur di pangkuan pria ini. Tentu sebagai pria normal, Rey merasa kian berhasrat melihat wanita yang terlihat sedang tidur di pahanya itu. Wanita ini begitu polos saat tertidur pulas, dengan kaos pendek yang terlihat ketat dipakai di tubuhnya, dan juga celana pendek yang dikenakan oleh Rara, begitu mengekspos paha mulusnya yang terlihat putih bersih. ‘Nggak, Rey! Anak orang ini! Gila aja kalau sampai aku apa-apain ini cewek. Bisa disembelih sama Mami,’ ucapnya dalam hati, memperingatkan dirinya sendiri. Sungguh hal ini membuat Rey semakin terganggu. Ia merasa tak nyaman karena hasrat prianya sudah memenuhi dirinya sendiri. Rasanya tak mungkin lagi untuk menaha

