Saat menggeliat dalam tidurnya, Alesha mendapati Devano tengah berdiri di bawah ruang temaram. Awalnya Alesha mengira hanya mimpi, ternyata benar-benar ada keberadaan pria itu. Ketika Devano bergerak mendekat, Alesha memekik kaget. "Kamu datang?" tanya Alesha ketakutan. Dia mencoba memundurkan diri, menggeleng tidak ingin didekati. "Jangan, menjauh dariku. Sungguh, aku masih sakit. Aku akan kritis jika kamu melakukannya sekali lagi." Melempar bantal, lalu mencoba beranjak dari tempat tidur. Belum sempat Alesha mengambil langkahan, Devano sudah lebih dulu meraih lengannya. Dia menarik Alesha agar tetap di tempatnya. "Gilaa, aku tidak mau lagi melakukannya!" Berusaha berontak, menangis amat ketakutan. "Jangan lagi, aku beneran tidak mau." Melihat ke arah pintu kamarnya, lemari yang tadi Ale

