24. Alesha Bebas

2007 Words

Sore harinya Alesha sudah baik-baik saja, dia meninggalkan kamar dengan perasaan bahagia. Senyumnya menembang sempurna, terlihat seperti adanya Devano di rumah itu memang bagai beban terberatnya. "Bibi Pen, aku mau berkeliling rumah ini dong. Bisa antarkan aku?" kata Alesha dengan menunjukkan deretan gigi putihnya. Bibi Pen menatap Alesha beberapa saat. "Nona Alesha sudah sembuh, pusingnya sudah hilang?" tanya wanita itu sebelum mengiyakan permintaan Alesha. Sebenarnya Bibi Pen takut mengiyakannya, apalagi Alesha baru saja habis demam. Jika Alesha sampai kenapa-kenapa, Devano pasti akan marah kepada dirinya. Alesha mengangguk cepat. "Penyakitku itu cuman Paman Devano, jadi ketika dia tidak berada di rumah, aku sehat dan sangat bahagia." Terkekeh geli. Kelakuannya memang sedikit menggelik

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD