Leonard gusar menunggu di lorong rumah sakit. Giginya gemeretak keras merasakan emosi yang membuncah. "Pak Leo, semua hasil visum sudah keluar," ujar dokter forensik. "Kasus penganiayaan. Pelaku orang yang sangat profesional." Leonard mendongak cepat, sorot matanya tajam menusuk dokter itu. “Profesional? Maksud Anda, ini bukan sekadar perampokan biasa?” Dokter forensik menghela napas, lalu menunduk sedikit. “Betul. Luka-luka yang dialami Ibu Nadine… tidak ada yang bersifat acak. Semua terarah, seperti ingin menguji batas nyali korban, bukan melukai untuk membunuh. Orang ini tahu betul bagaimana menekan mental seseorang.” Leonard mengepalkan tangan lebih keras hingga buku jarinya memutih. “b******k…” desisnya, napasnya memburu. “Dia mempermainkan Nadine. Menganggapnya mainan.” Dokter

