52

1071 Words

"Seingatku dia memang bilang mau mengunjungiku." Segurat senyum manis bertengger di wajah wanita itu. Ia segera berlari kecil ke arah pintu. Dan saat membuka daun pintu tersebut, seorang pria tersenyum simpul ke arahnya. Nadine mundur selangkah. Akan tetapi, tangan yang bertengger di kusen pintu ditarik pria itu dengan kuat. Semua terjadi begitu cepat, dan kini Nadine terperangkap dalam dekapan pria asing tersebut. Dia bukan Leonard! Nadine berusaha melepaskan pelukan tersebut. "Diam! Kalau kamu tidak mau pisau ini menggores nadimu," ancam pria itu. Nadine bisa merasakan benda tajam menggores tipis kulit lehernya. Tubuh wanita itu langsung menegang. Apalagi saat pria itu menatap kedua matanya dengan senyum menyeringai. Turuti saja perintahku. Gestur pria itu seakan mau menciumnya.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD