"Apa… kau bilang tadi?" bisik Nadine, nyaris tak terdengar, seolah otaknya masih menolak untuk mencerna kenyataan yang baru saja diterimanya. Leonard memberi senyuman tipis. Beberapa orang di depan mereka pun mengangguk dan melebarkan senyum. "Rekam jejak?" tanya salah satu wanita. "Bersih. Anda bisa mengeceknya ke asisten saya- Raymond." Seorang pria berdiri dengan aura tenang. Kulitnya pucat bersih, kontras dengan rambut hitam legam yang jatuh rapi menutupi sebagian dahinya. Mata sipit tapi tajam, hidung mancung sempurna, dan bibir tipis berwarna merah muda alami. "Saya akan menyerahkan pada Anda sekalian," ujar Raymond sedikit menundukkan kepala. "Oke." Salah satu pria yang duduk di sisi kanan meja melipat tangan di depan d**a. "Dia bukan dari kalangan kita. Bukan sosialita, b

