Lilian menatap manik kelam sang putra, yang memegangi pundaknya dengan erat. Rahangnya mengeras dengan napas yang terdengar menderu-deru. Abim tampak tak sabar untuk menunggu kebenaran apa lagi yang akan terkuak setelah ini. Yang mungkin akan mengubah seluruh hidupnya setelah semuanya terbuka. ~ Flashback ~ Lilian membuka mata dengan rasa pening yang luar biasa di kepalanya. Dia menjengit, kemudian meremat kepalanya dan mencoba meraih kesadarannya yang belum sepenuhnya terkumpul. Kemudian rasa dingin menyerang tubuh bagian atasnya, yang rupanya hanya di tutupi sehelai kain lebar semacam selimut tipis yang diletakan secara sembarang. Lilian terhenyak, dan dia segera bangkit. "Ya Tuhan!!" pekiknya, saat menyadari bahwa dirinya terbangun dalam keadaan tak berpakaian. Disebuah kamar a

