Malam itu, di kamar hotel, meskipun Reyna dan Elsa sudah terlelap setelah mendapatkan penanganan intensif dari dokter yang dipanggil Abyan, Abyan dan Aryan justru nggak bisa tidur. Mereka mondar-mandir di kamar, hati mereka terasa panas. Bukan karena cemburu lagi, melainkan karena naluri seorang suami yang ingin melindungi. Reyna diselamatkan dari sungai oleh Abimanyu, dan sekarang Reyna nyaris jatuh ke jurang karena motor yang sengaja menabraknya—semua ini jelas bukan kebetulan. "Ini sudah keterlaluan, Yan," kata Abyan, suaranya pelan dan dingin, penuh ancaman. "Dua kali istriku celaka di desa itu, dan aku yakin ada yang nggak beres. Kecelakaan motor tadi jelas direkayasa." "Aku setuju, Bim. Aku nggak akan membiarkan Elsa dan Reyna dalam bahaya lagi," balas Aryan, raut wajahnya sama s

