Benang kusut dibalik pagi

1559 Words

Sebuah Pagi yang Tergesa dan Tanda Tanya di Sudut Kampus Pagi itu, sinar matahari sudah berani menerobos jendela kamar. Abyan sudah rapi dengan kemeja rapi yang selalu membuatnya terlihat dewasa namun santai, siap berangkat. Di sebelahnya, Reyna masih merapikan rambut panjangnya, sesekali menggerutu pelan karena jam di tangannya sudah menunjukkan waktu kritis. “Aduh, aduh, telat, Yan! Kenapa kamu nggak bangunin aku lebih awal sih?” Reyna menyambar tas selempangnya, lalu buru-buru menyambar selembar roti bakar dari meja makan. Abyan, yang sedang menyesap kopi dengan tenang, hanya tersenyum maklum. “Aku udah bangunin kamu tiga kali, Sayang. Kamu aja yang kalau udah mimpi ketemu oppa-oppa Korea, susah diajak balik ke bumi.” “Ish, gombal!” Reyna mencubit pinggang Abyan sekilas, tapi b

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD