Jebakan Vais

1445 Words

Di ruangan Abyan, suasana terasa tegang. Abyan duduk di kursinya, mengepalkan tangan, amarah terpancar jelas di wajahnya. "Anak itu... perlu diajarkan sopan santun," gumamnya, kesal. ​Pintu terbuka dan Reyna masuk. Abyan segera mengunci pintu, memastikan tidak ada yang bisa mengganggu mereka. Reyna duduk di sofa, dan Abyan duduk di sampingnya. ​"Mas, ada apa sih sampai Reyna harus ke sini?" tanya Reyna, merasa bingung. ​Abyan tidak menjawab. Ia malah menarik Reyna dan menciumnya dengan dalam. Reyna terkejut, napasnya tersengal-sengal. Abyan melepaskan ciumannya, menatap Reyna tajam. ​"Jauhi Vais," ucapnya dingin. ​"Hmm, iya, Mas. Aku cuma mau dekatin Vais buat Rima, tidak lebih," Reyna berusaha menjelaskan. ​"Enggak usah ngeles, Sayang," potong Abyan, suaranya dipenuhi amarah. "J

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD