HATI YANG HANCUR

1100 Words
Bab 7 Di saat pagi hari, Billy buru-buru untuk pergi kerumah Erika, dia khawatir terjadi sesuatu dengan nya. "Mas, engak sarapan dulu?" Rika yang melihat Billy pergi buru-buru dan tak Pamit. Vita yang duduk di meja makan, melihat tingkah ayahnya yang tampak gelisah dengan sesuatu. Vita berniat untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi. "Aku ada urusan penting sayang, kamu makan sama Vita aja ya," Ucap Billy dan berlalu pergi keluar. "yaudah, hati-hati ya,Mas,"Ucap Rika. "Papa kamu ini, sangat pekerja keras ya sayang," Rika yang memujinya kepada Vita. Vita yang hanya membeot kan mulut nya dan berkata,"Ma Vita pergi dulu, ya," ucap Vita mencium mama nya. "Loh, makanan nya belum habis sayang,abisin dulu dong!" "Vita udah kenyang Ma,Vita pergi ya," Vita berlari mengambil mobil nya di bagasi takut tak dapat mengejar ayah nya lagi. Rika yang hanya menyaksikan melihat tingkah anak dan suami nya hanya tersenyum, dia merasa kebahagiaan keluarga nya kembali normal. *** Di perjalanan Billy melaju dengan cepat menuju rumah Erika, perasaan nya was-was, takut ada sesuatu yang terjadi dengan nya. Tanpa Billy menyadari bahwa Vita mengikuti nya dari belakang. Dengan hati-hati Vita melaju pelan dan santai mengikuti mobil Billy dari belakang, dia tak mau sampai Billy mengetahui keberadaan nya. "Apa yang membuat mu tampak gelisah ayah?" Gumam Vita dalam hati. Saat tiba di depan rumah Erika, Billy pun turun dengan tergesa-gesa lalu mengetuk pintu Erika, Vita tetap tenang di dalam mobil sembari memperhati kan tingkah ayahnya . Tak berapa lama tampak seorang wanita keluar dari pintu menyambut Billy dengan pelukan mesra. Wanita itu menarik tangan Billy masuk ke dalam rumah. Hancur sudah hati Vita menyaksikan semuanya, ingin rasa nya Vita keluar, dan melabrak ayahnya yang telah mengkhianati ibunya yang tak berdosa, yang sangat mencintai ayahnya. Billy pun masuk kedalam rumah itu, kemudian dengan jalan mengendap-endap vita berdiri dibawah jendela, dan mendengarkan pembicaraan mereka. "Ada apa sayang? kenapa kamu menelpon ku sangat larut malam? aku khawatir kamu kenapa-napa?" tanya Billy sambil memeluk Erika. "Ada sesuatu yang ingin aku bicarakan pada mu," ucap Erika dengan wajah serius. "Ada apa? jangan buat aku penasaran dan takut seperti ini." "Aku hamil anak kamu!" Billy terkejut mendengar perkataan Erika, dia tak menyangka akan terjadi seperti semua ini diluar perkiraan nya, dia tak menyangka Erika akan mengandung anak nya. Vita yang mendengar pembicaraan mereka dari luar, terduduk lemas di atas rumput dengan kaki yang di tekuk, tanpa sadar air mata jatuh mengalir di pipinya. "Tega kamu papa! ternyata kamu udah lama menjalin hubungan dengan wanita itu," gumam vita dalam hati. "Apa kamu serius?" "Aku serius! apa aku terlihat bercanda?" cetus Erika. Billy pun terduduk di sofa, dia tak bisa menerima kehadiran anak itu, semua nya akan terbongkar jika anak itu sampai lahir. Dia juga tak bisa menghancurkan keluarga nya begitu saja, dia juga tak mau kehilangan Rika dan Vita. "Gugur kan!!" Ucap Billy tanpa ekspresi. "Apa!!" Bentak Erika yang terlihat kaget. "Iya, gugur kan! aku tidak bisa menerima anak itu." bentak Billy. "Sekarang kau mau lepas tanggung jawab, setelah semua terjadi?" cetus Erika kesal. "Aku akan bertanggung jawab, tapi aku tidak bisa menerima anak ini." "Baik! aku akan gugur kan anak ini, tapi aku punya syarat," ucap Erika dengan serius. "Baik, aku akan kabul kan apa pun permintaan mu." "Aku mau operasi plastik! aku ingin terlihat lebih cantik dan menarik." "Kenapa kamu harus operasi? kamu sudah terlihat sempurna dan sangat cantik sayang." "Aku tahu aku sangat cantik, tapi aku ingin lebih menarik, aku ingin memiliki wajah yang sempurna." "Baik, aku akan mengabulkan permintaan mu, kau bisa atur jadwal, kapan kau ingin melakukan operasi itu." "Terima kasih sayang,"ucap Erika kegirangan langsung memeluk Billy. Dalam hati Erika, dia merasa puas dan bahagia, bahwa dia berhasil membohongi Billy dengan cara berpura-pura hamil. Dia ingin sesuatu yang lebih, dia tak ingin hanya mendapatkan uang receh dari Billy. Dari luar Vita yang mendengar perkataan mereka, seketika runtuh dunia nya, melihat yang telah dia saksikan di depan mata nya sendiri."Dasar tak punya hati! anak yang tidak berdosa dia gugur kan demi kepentingan pribadinya," cetus Vita dalam hati. Vita Sangat marah dan semakin membenci perbuatan ayah nya, tapi dia juga tidak ingin memberi tahu ibu nya, dia juga tak ingin melihat ibu nya bersedih.Vita pun segera pergi meninggalkan ayah nya dan Erika, lalu pergi melaju kan mobil dengan sangat kencang. Billy menyadari ada suara mobil yang menggas dari sekitar halamannya, lalu dia menoleh ke luar dan tidak melihat siapapun di luar. Dengan perasaan kacau dan hancur, Vita tidak fokus lagi untuk melanjutkan pelajaran nya di universitas.Dia memutuskan untuk pergi ke diskotik mencari hiburan dan melepaskan semua penat yang ada di dalam hati nya. Saat tiba di dalam diskotik, Vita memesan minuman dan meneguknya sampai habis. Tak berapa lama seorang pria menghampiri nya, lalu mendekati Vita yang sudah mulai mabuk. "Hey, ladies! apa yang kau lakukan di sini?" ucap pria itu memulai pembicaraan. "Kau tidak lihat? apa yang sedang ku lakukan sekarang,?" ketus Vita yang risih dengan ke datangan pria itu. "Wow, santai! jangan terlalu tegang seperti ini," pria itu mulai memegang tangan Vita. "Jangan sentuh aku!" bentak Vita. "Ayo lah, come on! kita di sini untuk bersenang-senang," pria itu semakin menggoda Vita. Vita mulai kesal dengan tingkah laku pria yang tidak sopan itu, dia kemudian menampar pria itu dengan tangannya, tanpa sadar ada seorang pria yang memperhatikan Vita dari kejauhan. "Kau berani menampar ku? dasar gadis sialan!" bentak pria itu yang hendak membalas tamparan Vita. Ketika tangan pria itu sampai ke wajah Vita, tangan pria itu di pegang oleh tangan yang sama kekar nya dengan tangan nya. Dengan mata yang sinis pemuda itu berkata, "Dia bukan tandingan mu." "Apa urusanmu? kau tidak usah ikut campur!" ketus pria itu dengan mata yang melotot. Tanpa basa-basi, pemuda yang menangkis tangan pria itu, memutar tangan nya ke arah kebelakang, pria itu merintih kesakitan, dan memohon untuk melepaskan nya. "Lepaskan! aku berjanji tidak akan menggangu nya lagi," pinta pria itu merintih kesakitan. "Baik, jangan pernah lagi kau mengangu nya," ucap pemuda itu dengan tatapan tajam. Kemudian pria itu lari terbirit-b***t dengan sangat ketakutan, bahkan untuk menoleh ke belakang saja tak berani. "Terimakasih sudah membantu ku, melawan orang gila itu," ucap Vita dengan tersenyum. "Tidak masalah, aku akan melakukan hal yang sama pada wanita lain, jika aku melihat kejadian seperti ini," jawab pria itu dengan wajah datar. "Kenal kan aku Vita, senang bertemu dengan mu," ucap Vita sembari menjulurkan tangannya kepada pemuda itu. "Aku Andre, senang juga bertemu dengan mu," jawab Andre tersenyum. Bersambung .... happy reading semoga kalian terhibur dengan Novel aku terima kasih sudah membaca
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD