Bab 5
"Tet...!!"
Billy memencet tombol Rumah Erika.
Dengan cepat Erika membuka pintu untuk Billy, dengan sapaan manja Erika langsung memeluk Billy dan membawa masuk kedalam rumah nya.
"Sayang aku kangen sama kamu, kamu gak kangen sama aku?" Ucap Erika dengan nada manja.
"lya sayang, aku juga kangen kamu."
Dengan berbicara sangat manja, Erika duduk di pangkuan Billy, lalu meminta sesuatu yang dia inginkan, dia ingin merayu Billy agar dia di beli kan sebuah mobil mewah.
"Sayang, aku bosan kemana-mana harus naik taksi, beliin aku mobil ya?" ucap nya dengan sangat manja meminta kepada Billy.
"Iya, aku pasti beliin kamu mobil, jangan khawatir ya, semua keinginan mu akan aku turutin."
"Gak mau, aku mau sekarang,aku bosan naik taksi terus," ucap nya cemberut.
"Kamu ini ya gak sabaran, yaudah ayo kita pergi membeli nya." ucap Billy.
"Serius sayang? kamu baik banget," ucap Erika dan langsung mencium Billy.
"Aku ganti baju dulu ya," ucap Erika berlari kegirangan menuju kamar.
"Bentar dong, kata nya kamu kangen sama aku? masak aku ninggalin aku begitu aja? teriak Billy.
"Kita bisa lakuin itu nanti setelah beli mobil," jawab Erika berdiri di depan pintu kamar.
Erika bersiap-siap untuk ganti baju, dengan hati yang riang, dia tak menyangka, akhir nya dia memiliki mobil pribadi sendiri.Tak butuh waktu lama Erika dan Billy segera membeli mobil yang sangat mahal dan modern, Erika memiilih mobil Bugatti LVN berwarna hitam.
Dengan senyuman yang melebar Erika sangat bahagia memiliki mobil terbaru tahun ini.
***
Rika sebagai ibu rumah tangga yang sederhana, tak pernah menuntut barang yang mahal kepada Billy, dia selalu berhemat dalam setiap kebutuhan, meski pun saat ini Rika di kelilingi banyak harta. Dia selalu berpikir untuk masa depan Vita, dia ingin Vita menjadi orang yang sukses seperti ayah nya kelak.
"Mas Billy udah makan siang belum ya?" aku Antari aja deh ke kantor nya, kebetulan aku juga udah lama gak kesana," ucap Rika.
Rika pun mempersiapkan makan siang untuk Billy, lalu bersiap mengantar makanan untuk Billy.Saat tiba di kantor, Rika masuk ke dalam ruangan Billy, namun tak ada siapapun yang di temukan, ruangan terlihat kosong.
"Loh, mas Billy kok gadak? dia kemana?
"Susan kamu lihat pak Billy?"
"Maaf buk, satu harian pak Billy tidak berada di kantor."
"Apa dia ada meeting atau bertemu Klien diluar?."
"Tidak bu, Pak Billy membatalkan semua rencana pertemuan hari ini."
"Oh, yaudah makasih ya Susan."
Rika pun curiga, dia merasa ada yang tak beres, Billy pamit kepada nya bahwa dia akan ke kantor, dan ada pertemuan penting hari ini.
"Mas Billy kemana ya? kok dia gak masuk kantor seharian?" ucap Rika dalam hati.
Rika pun menelepon Billy untuk mengetahui keberadaan nya, namun tak ada sahutan,Rika mencoba berkali-kali, tetap sama tidak ada jawaban,Pikiran Rika mulai kacau, dia takut Billy akan mengulangi kesalahan yang sama.
Rika segera pulang kerumah, tapi pikiran nya masih tetap tak tenang, dia merasa gelisah, ada sesuatu yang menyesak kan d**a nya, segala macam pertanyaan ada di dalam hati nya.
Hampir 3 Jam sudah Rika menunggu kepulangan Billy, akhir nya, dia melihat sosok Billy di depan pintu, dia segera mendatangi nya, dan menanyakan semua pertanyaan yang ada di hati nya tanpa jeda.
"Dari mana kamu mas? kemana aja kamu?kamu tidak ada di kantor, apa kamu selingkuh lagi?" cetus Rika.
Billy yang terdiam melihat Rika yang begitu marah dan melontarkan begitu banyak pertanyaan, dia takut semua nya akan terbongkar seperti dulu, dia berusaha untuk tetap tenang, agar Rika tak mengetahui sebenarnya.
"Tenang Rika! kenapa kamu jadi marah gak jelas seperti ini," ucap Billy.
"Kamu kemana aja mas?" Rika yang terlihat semakin curiga.
"Aku dari kantor, kemana lagi aku pergi sayang?" ucap Billy berusaha tetap tenang.
"Jangan bohong kamu mas, Aku datang ke kantor kamu, staf kamu bilang kamu tidak datang ke pabrik seharian, kamu membatalkan semua janji temu dengan Klien." Rika menatap Billy dengan tajam.
"Iya, aku memang sengaja tidak datang ke kantor, kerena aku punya urusan di luar, aku tidak sempat memberi tahu mereka." Billy berusaha meyakinkan Rika.
"Urusan apa,Mas?."
"Tentu saja urusan pabrik, sudah lah aku capek baru pulang kerja, bukan nya disambut dengan senyuman, malah di curigai yang bukan-bukan," cetus Billy pergi menuju kamar nya meninggal kan Rika sendirian.
Kerena kecurigaan Rika tidak terbukti, dia pun merasa menyesal kerena telah menuduh suami nya dengan prasangka buruk.
Rika pun menyusul Billy ke kamar, dan berniat meminta maaf kerena telah mencurigai nya.
"Mas, aku minta maaf ya, aku udah nuduh kamu yang Engak-engak." Ucap Rika memeluk Billy dari belakang.
"Iya, tapi kamu jangan terlalu sering curiga pada ku, aku tidak melakukan kesalahan apa pun di belakang mu, aku hanya mencintai mu. kesalahan ku di masa lalu, tidak akan pernah aku ulangi."Billy berbalik membalas pelukan Rika.
Rika pun merasa tenang, kerena Billy tetap setia dan masih mencintainya, dia berjanji tidak akan pernah curiga lagi kepada Billy.
"Yaudah, kamu mandi ya,Mas! Aku siap kan makanan untuk kita."
"Vita mana Rik? dia gak di rumah lagi?."
"Dia di kamar, hari ini dia cepat pulang, kita makan bersama ya,Mas."
"Iya aku mandi dulu, nanti aku akan turun ke bawah."
"Baik lah, Mas."
Rika pun segera turun ke bawah dan berniat menyiapkan makan malam, ketika menuruni tangga, Rika melihat Vita duduk sendiri di ruang tamu, Rika pun segera menghampiri nya.
"Vita, kamu sedang apa duduk melamun sendiri di sini?" tanya Rika.
"Vita sedang melihat kehancuran keluarga kita sudah mulai dekat,Ma."
"Apa maksudmu Vita, mama gak ngerti?" ucap Rika yang heran dengan perkataan Vita.
"Mama mempercayai papa begitu aja? tanpa harus menyelidiki lebih lanjut."
"Kenapa? apa yang harus di selidiki dari papa mu sayang? dia suami yang baik, dan juga ayah yang baik untuk kamu sayang."
"Dia bukan ayah yang baik ma, dia ayah yang jahat, yang segera menghancurkan keluarga nya sendiri."
"Vita hentikan!! jangan berpikir buruk tentang ayah mu."
"Terserah mama, Vita sudah memperingatkan mama, agar mama tidak menyesal nanti nya."
"Sudah lupa kan! ayo kita makan, bentar lagi papa mu akan turun."
"Vita udah makan ma, Vita kenyang." ketus Vita yang berniat untuk kembali ke kamar nya.
Rika berusaha mencegah vita, agar tetap bergabung makan malam bersama.
Bersambung ....
terima kasih udah mampir ?
jangan lupa beri like dan vote ya.
semoga kalian terhibur ya membaca nya
Dan jangan lupa beri komentar yang positif untuk cerita ini ya ?
Dan beri semangat terus untuk author melanjutkan cerita ini??
Happy reading ??
Semoga kita sehat selalu ??