Teman Baru

1799 Words

Kaos pendek sebatas pusar dipadukan jeans longgar. Melekat pas di tubuh Vilien. Jarak dari apartemen Vilien ke kampus tidaklah jauh. Dengan rela hati Zayden ikut berjalan kaki menemani Vilien ke kampus sambil menggenggam satu telapak tangan. Udara panas menyerbu mereka sedari keluar apartement. Menelusuri aspal selebar satu meter yang dikhususkan untuk pejalan kaki, mereka menikmati dengan bahagia. “Kenapa kau mau jalan kaki berpanas-panasan seperti ini?” tanya Vilien. Menoleh ke sisi wajah Zayden tanpa berhenti melangkah. “Memangnya ada yang salah?” sahut Zayden heran. Pun menoleh ke samping dengan mengangkat kedua alis. Kembali menatap ke jalan setapak. “Kau ini anak orang kaya, tidak seharusnya melakukan seperti ini,” “Yang kaya kedua orang tuanku, bukan aku.” “Tetap saja kau ka

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD