Pertanyaan Zayden

1512 Words

“Kau yakin ingin masuk?” tanya Sye. Penuh keraguan menatap lorong berpintu besi yang ada di depannya. “Aku pernah datang ke tempat ini. Ayolah, kita harus segera masuk sebelum dimulai.” “Tapi Vi,” “Sudahlah, semua akan baik-baik saja,” potong Vilien cepat lalu menarik lengan Sye. Masuklah dua gadis itu melalui pintu besi. Benar, ramai sesak pun riuh ruangan itu. Teriakan satu antara lain yang kacau tidak akan terdengar dari luar. Masih dalam genggaman Vilien, dipegang erat temannya agar tidak hilanh diantara kerumunan. Berhenti di dekat ring. “Jangan pergi kemana-mana. Cukup berdiri di sini dan pegang tasku,” peringat Vilien tanpa menoleh ke arah Sye. Sedangkan Sye hanya mampu mengangguk paham. Selama berpuluh tahun hidup di negara ini, sekalipun Sye tidak pernah tahu tentang tempat

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD