Dua Puluh Empat - Satu Kesempatan

1522 Words

"Kyara, kamu cantik banget!" Rayyan memujiku. "Makasih.." jawabku malu dengan kepala tertunduk. Aku dan Rayyan langsung berpamitan dengan Papa dan Mamaku. Mereka berdua mengantarkan kami sampai kami menaiki mobil Rayyan. Di dalam mobil Rayyan tak henti-hentinya memuji penampilanku. Dia benar-benar melihat Kyara yang berbeda dari biasanya. Rayyan juga terus memperhatikan wajahku sambil tersenyum. Apakah malam ini Rayyan akan kembali menyatakan perasaannya pada Kyara? *** Mobil Rayyan memasuki gerbang sebuah rumah yang sangat mewah bergaya modern. Mulutku sampai sedikit menganga saat melihat betapa mewahnya rumah tersebut dari balik jendela mobil. "Jadi ini tempat tinggal Rayyan?" bisikku dalam hati. Supir pribadi Rayyan keluar terlebih dahulu untuk membukakan pintu mobil. "Silahka

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD