RETAK

1030 Words

RETAK "Aku hanya sebuah sampan kecil.  Apa bisa jika aku mendekat lebih cepat ketika kekuatanku adalah sebuah doa, sedangkan sebuah kapal pesiar sudah ada di hadapanku?" -Syauqillah & Syadzahra-   Syadza menatap ke luar jendela dengan tatapan kosong. Bibirnya menggumamkan tasbih berulang kali. Terakhir kali Tania melihat wajah Syadza yang muram adalah ketika Syadza tiba-tiba diam beberapa waktu lalu. Sudah lama sekali kejadian itu dan sekarang, Tania kembali merasakan keanehan pada Syadza, persis seperti waktu itu. Karena tidak tahan lagi dengan rasa penasarannya, Tania pun menghampiri sang sahabat. "Assalamualaikum, Sya," sapa Tania sambil melirik ke tangan Syadza yang menggenggam selebaran. Selebaran yang sama seperti yang dipegangnya saat ini. Kecurigaan Tania semakin menjadi. Apa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD