AAku dan Sang Purnama "Peristiwa demi peristiwa telah berubah menjadi angin. Walau hanya sekejap dan tak akan lama. Namun sangat bermakna dan sangat menyejukan seperti surga" -Syauqillah & Syadzahra- *** "Law kana bainanal Habib Ladanal Khosi wal Qorib Mintoybatiin Qoblal Ma.... Ya habibi Ya Muhammad Ya tobibi Ya Mumanja..." Syadza bersenandung Shalawat di depan cermin untuk sekedar melihat kantung matanya yang nenghitam dan celak matanya yang sudah kemana-mana menjadikan wajahnya terlihat mengerikan. Haikal yang sedang berjalan melewati kamar Syadza ikut tersenyum mendengar shalawat Law Kanna Bain Habib, kemudian ia beralih mengetuk pintu kamar Syadza. Tok tok tok. "Assalamualaikum kak Sya, Haikal masuk ya" Tak ada jawaban hingga tanpa menunggu jawaban Syadza, Haik

