Zero membaringkan diri setelah semua pekerjaannya selesai, ia melirik jam dinding dan menemukan sekarang waktu telah menunjuk pukul dua belas malam. Well, ia baru saja pulang dan masuk ke dalam kamar, tadi ia ingin mengintip ke ruangan Luna. Namun, diurungkan karena ia berpikir istirahat gadis itu akan terganggu nantinya. Zero mengerang kala tubuhnya pegal-pegal semua dan menarik napas pelan. Ia melirik ke arah ponselnya yang terletak di atas nakas, di sebelah ranjang, dan langsung mengambil benda pipih itu, membuka aplikasi kamera. Zero menatap wajahnya sendiri dengan pandangan tak terbaca, sampai sesekali memiringkan kepalanya ke kanan dan ke kiri. Melirik ke arah kumis dan janggutnya yang mulai tumbuh dengan lebat. Well, sebenarnya ia tidak ingin mencukur bulu-bulu ini agar terlihat

