"Bisa berikan kami sedikit privasi?" Ryan berkata pada seorang pria tinggi bertubuh jangkung dengan topeng hitam pekat yang melekat pada wajahnya. Sedaritadi lelaki asing ini seolah enggan untuk beranjak pergi, padahal Ryan dan Luna ingin berbicara empat mata saja. Apa dia seorang bodyguard yang bertugas untuk melindungi Luna? pikir Ryan dalam hati. Jeremy mengatupkan bibir, dia enggan membiarkan Luna berbicara pada orang asing, meski pria tua ini sudah mengaku sebagai Papa Zero. Mata Ryan dan Zero memiliki warna yang sama, bahkan persis. Well, ingatan Jeremy tentang bagaimana ekspresi yang Zero mengeras setiap kali ia tidak sengaja membahas soal sang ayah membuat lelaki bertopeng hitam itu hanya bisa meringis khawatir. Ia sebenarnya tak ingin mengizinkan Luna untuk berbicang secara e

