#48

1398 Words

Luna tidak bisa bergerak, tubuhnya kaku, lidahnya kelu. Permintaan Ryan terlalu sulit, ia tidak bisa mengabulkannya semudah itu, meski pria paruh baya di depannya ini adalah Papa dari lelaki yang ia cintai sekalipun. Meninggalkan Zero, dan membiarkan lelaki itu berbahagia bersama wanita lain? Meninggalkan semua kenangan mereka? Meninggalkan semua cinta yang masih tumbuh dengan begitu pesat? Bisakah Luna? Bisakah dia melepaskan segalanya? Melupakan semua kenangan mereka, baik yang indah maupun buruk, bersikap seakan-akan tidak ada yang terjadi? Melupakan semua pertemuan mereka? Melupakan sentuhan Zero? Melupakan bagaimana sorot itu menatapnya? Tidak. Luna tidak bisa. Jawabannya, ia tidak bisa, dan tidak ingin. Ia tidak mau meninggalkan Zero, hanya karena permintaan Ryan. Tidak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD