#33

1145 Words

"Ehem." Zero berdeham keras kala tangan Luke tak sengaja menyentuh Luna saat Luna kesulitan menggambar gambar organ di bukunya. Sontak, bunyi itu membuat kedua remaja refleks menjauh, bak maling yang tertangkap basah mencuri kutang.  Benar, Luna memang mengizinkan Zero untuk ikut belajar bersamanya karena ekspresi memelas dari lelaki itu yang tak mungkin bisa ia tolak. Namun, ia hanya akan berada di sini sampai Jeremy datang. Luna tidak tahu di mana letak kantor Zero hingga Jeremy memakan waktu yang begitu lama untuk sekadar sampai ke rumah. Luna menarik napas, berusaha menetralkan detak jantungnya yang menggila karena terkejut dan melanjutkan beberapa latihan yang Luke sediakan. Remaja itu memang pandai dalam mengajar, buktinya waktu masih sekolah Luna tidak terlalu paham dengan soal

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD