Bab 52

1609 Words

Tidak ada yang lebih menakutkan bagi Sherry, selain melihat Arka tak berdaya. Dia lebih baik mendapatkan kemarahan Arka. Sherry mulai menyadari jika dirinya tak bisa tanpa Arka. Lalu bagaimana dia harus berpisah kelak dengan pria itu. Setelah menunggu cukup lama, akhirnya suaminya sadar juga. Saat tersadar orang yang pertama yang ia cari istrinya Sherry. "Kenapa kamu nangis? Saya belum mati." Ucap Arka asal setelah membuka oksigennya. Sherry memukul pelan d**a Arka, dia kesal pria itu masih bisa bercanda ketika keadaannya yang hampir kritis. "Aku nggak nangis, ini hanya keringat." Arka terkekeh seraya menahan sakitnya. Sherry memang tak pintar berbohong, ia menatap kesal Arka, kalau tidak sakit dia akan mencekik Arka. "Masa? Keringat kamu dimata doang." Goda Arka. Sherry menyetil p

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD