Bab 42

1712 Words

Pagi itu Sherry terbangun dari tidurnya, laki-laki disampingnya tersenyum. "Selamat pagi sayang." Ucap Arka sambil yang terus menatapnya tanpa henti. Setelah kejadian yang besar terjadi dalam pernikahannya, ia bingung harus bersikap seperti apa di depan Arka. Kecanggungan menghantam dirinya. Ia turun dari ranjang dengan menyeret selimut, terlihat bercak darah dari kasur mereka. Arka tersenyum karena dia pertama kali yang merenggut perawanan Sherry, dia tak berhenti tersenyum seolah menggoda wanita itu yang berjalan menuju kamar mandi. "Mau kemana?" Tanya Arka. Sherry menggerucut bibirnya kesal, dia melirik Arka. "Yah.. Mau mandilah. Mau apalagi." Jawab Sherry yang terdengar ketus. Arka terkekeh pasalnya Sherry bersikap angkuh padanya. Wajar.. Karena Sherry terpaksa mengikuti kema

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD