Bab 54

1124 Words

Seperti apapun kebohongan suatu hari pasti akan terkuak. Ibarat menerjang cobaan yang harus dia sabari. Sherry menuju kembali rumah sakit, tapi karena hatinya masih merasa sedih. Ia hendak ke koffe shop Raga, ia ingin cerita kesedihannya. Air mata menetes tanpa bisa ia hentikan lagi. Terlalu sakit mendapatkan kebohongan dari orang-orang terdekatnya. Dia terlalu kecewa karena tidak ada diantara mereka jujur tanpa harus dia bertanya. Namun kenyataan tak seperti keinginan. Sesampainya Sherry di koffe shop milik Raga, dari kejauhan Sherry juga melihat Nathan disana. Ia mencoba mendekat tanpa mereka sadar kehadiran dirinya. Raga terlihat marah. "Lo sadar nggak selama ini, lo udah bohongin Sherry. Lo udah selingkuh dengan Melisa. Dan sekarang lo nggak mau kehilangan Sherry. Gila lo!" Hardi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD