“Jadi nggak bisa nih pak?” “Iya mas Bas, nggak bisa.” Ujar lelaki paruh baya dengan topi menghadap ke belakang selayaknya masih muda. “Ini suer bukan saya yang nggak pengen nunjukkin, tapi nih lihat...” Baskara menatapi layar dua puluh empat inch di hadapannya dengan seksama. Dua orang yang membuntutinya, Sendy dan Kanya, juga turut melakukan hal yang serupa. Layar itu menampilkan pola titik acak yang menyerupai semut. “Ini tandanya rekamannya udah nggak ada mas. Mungkin emang harddisk cctvnya lagi rusak kali ya.” “Masa rusak sih pak. Orang cctv yang lain baik-baik aja.” Sahut Sendy sewot. Ia memperhatikan beberapa rekaman di jam yang sama yang masih memutar dengan lancar. Kalau harddisk cctv rusak, harusnya rekaman lain juga tidak bisa dinyalakan. “Wah, kalau itu saya nggak tahu mas.

