"Mami sering cerita tentang aku sama dia?" Felisha menggeleng di depan layar ponselnya. "Kenapa?" "Azzura gak pernah bertanya, kan?" "Gak pernah basa-basi sama sekali?" "Tidak, Franklin. Sepertinya Azzura kecewa sama kamu gara-gara kamu gak pernah ngabarin dia." "Salahkan Papi yang berani hapus kontak Azzura dan keluarganya." "Bukannya kamu udah ada Rebecca? Kenapa masih nanyain Azzura?" tanya Felisha, menyelidik. Franklin berusaha menghela napas dalam-dalam lalu melirik Rebecca yang tertidur pulas di sofa bed kamar apartemennya. Setelah itu, ia berjalan keluar dari kamarnya menuju ruang tamu dan membuka salah satu jendela. "Rebecca memang kekasihku saat ini, Mami, tapi Azzura tetap gadis yang aku cintai sampai saat ini," lirih Franklin. "Franklin," lirih Felisha. "Jangan paksa

