15. Hurtness

1040 Words

"Nak, makan dulu, ya! Sudah tiga hari kamu gak mau makan. Nanti kamu sakit lho, Sayang," ujar Hazig. Pria paruh baya itu kembali menghela napasnya dalam-dalam saat melihat wajah datar putrinya dengan tatapan kosong ke depan. Melihat bobot tubuh Azzura yang turun drastis membuat pria itu nyaris saja menitikkan air matanya jika saja ia tak mengusap sudut matanya. Selain tak ingin makan, Azzura juga tak ingin berbicara dengan siapa pun, termasuk kedua orang tuanya sendiri. "Nak!" Hazig kembali memeluk putrinya dan mengecup keningnya sebelum berangkat ke kantor. "Kalau butuh apa-apa, bilang sama Bunda, ya!" ujarnya. Azzura kembali tak menjawab apa pun. Sembari menghela napas, Hazig keluar dari kamar putrinya. "Hubby, gimana?" tanya Nayyara dengan nada cemas. Hazig mencoba tersenyum wal

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD