Mobil Mercedez Benz milik Hazig memasuki kawasan kampus tempat anak kembarnya menuntut ilmu. Pria paruh baya itu tersenyum sendiri saat melihat setiap sudut kampus yang mulai banyak berubah karena perkembangan zaman. Ingatannya tentang kenangan indah bersama sang istri kembali terbayang seiring laju mobilnya. Alih-alih ia berhenti di depan fakultas Kedokteran yang sudah terlihat dari jarak seratus meter, Hazig justru meneruskan perjalanannya ke bagian belakang universitas. Mobilnya berhenti di depan gedung fakultas Sastra. Pemandangan bagian depannya masih sama seperti belasan tahun silam meskipun ada beberapa perubahan di bagian-bagian tertentu. Namun, itu sudah cukup membuatnya merasa hidup seperti di masa itu. Masa di mana ia menemukan pelabuhan terakhirnya bersama Keyra, adiknya. Ya,

