19. Berdebat

1035 Words

"Anakku yang cantiknya kayak kamu itu kenapa, Sayang?" tanya Hazig di sela-sela makan malam. "Bertanya tanpa menggombal bisa, kan?" Nayyara mencebik. Hazig terkekeh pelan. "Aku gak menggombal, Sayang, cuma memuji." "Nyebelin!" Nayyara memalingkan wajahnya agar sang suami tak melihat rona merah di wajahnya, berdeham pelan, lalu kembali menoleh. "Dia ngambek karena dibiarin menunggu sama Azzam. Siapa coba yang gak kesal!" gerutunya. Sepasang anak kembar yang sedang terlibat perang dingin itu hanya saling tatap lalu kembali menunduk dengan sendok di tangannya. Sementara Emira kembali berceloteh riang tentang kegiatannya di sekolah. Gadis kecil itu belum sepenuhnya berjalan dengan baik, tetapi karena rasa bosan yang tak tertahankan lagi, ia memutuskan untuk kembali ke sekolah. Tentu saja a

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD