18. Ngambek

1070 Words

Azzura menatap pelangi yang melengkung indah di ufuk timur. Sisa dari tetesan air hujan tadi siang membasahi balkon kamarnya. Hanya sebentar, tetapi mampu menjadi penawar dahaga bagi makhluk Tuhan lain. Gadis itu menarik napas panjang dan mengembuskannya perlahan sembari memejamkan mata. Merasakan sisa aroma petrichor yang menenangkannya. Ia kembali membuka mata setelah beberapa menit. Tampak warna pelangi yang perlahan memudar karena matahari sebentar lagi akan terbenam. Azzura tersenyum pedih ketika warna-warna yang cantik itu lenyap seiring dengan semburat jingga yang semakin pekat dari ufuk barat. Tak ada yang abadi. Keindahan apa pun di dunia ini tidak akan ada yang bertahan lama. Bukankah makhluk berbeda dengan khalik? Yang diciptakan dengan Sang Pencipta tidaklah sama. Hanya Tuha

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD