Satu jam setelah Hazig keluar dari kamar Azzura, Felisha memutuskan untuk naik ke lantai dua menuju kamar Azzura. Ia ingin berbincang sebentar dengan gadis itu. "Nak, kamu ngapain?" tanyanya dari luar kamar. Azzura menoleh, menatap wajah cantik Felisha. "Eh, Mami, masuklah!" Felisha mengangguk seraya melangkah masuk ke kamar Azzura. "Duduklah, Mami!" Felisha kembali mengangguk lalu duduk di sofa yang terletak di samping lemari pakaian Azzura. "Aku kira Mami udah pulang," ujar Azzura. "Mami mau bicara sama kamu. Sudah lama sekali kita gak bicara berdua seperti ini. Mami merindukanmu, Nak," ungkap Felisha dengan lemah lembut, ciri khas wanita itu sejak dulu. Azzura menunduk malu. "Maaf, Mami, aku terlalu sibuk akhir-akhir ini," ujarnya menyesal. Felisha menggeleng. "Mami mengerti k

