"Mau kayak gimana juga, Pak Adit selalu cocok kok. Tapi rambut yang kali ini memang kelihatan lebih oke, Pak Adit jadi kelihatan makin tampan." Sorakan itu terdengar dari beberapa orang dalam ruangan, mengatakan 'cie' terhadap pujian yang diberikan oleh Lalisa pada ketua tim mereka. "Terimakasih," balas Adit. Matanya melirik ke arah Aruna yang tampak tidak perduli dengan keributan yang terjadi di dalam ruangan itu. "Saya cuma sedikit merapikan rambut saya," lanjut Adit. Padahal dia sudah mencoba terlihat sibuk dengan mengetikkan sesuatu di layar komputer nya, berharap Lalisa sadar dan kemudian bergerak ke mejanya sendiri. Namun gadis itu malah masih berdiri di depannya, dengan senyum malu-malu saat semua orang menyoraki aksi pujiannya tadi. "Tapi perbedaannya terlihat sekali, Pak. Aura

