63

1523 Words

Aruna mengerutkan kening, menatap ke arah sekitar dan kemudian menoleh ke arah Aditya yang baru saja menyerahkan mobilnya pada petugas parkir vallet. "Bukannya kalau makan disini harus reservasi dulu?" tanya Aruna bingung. Dia mengenal betul restoran yang saat ini sedang dia kunjungi. Biasanya Arsha yang membawanya kesini setiap ingin merayakan sesuatu, karena restoran ini adalah tempat kenangan kakaknya itu bersama dengan cinta pertamanya.  Dan yang Aruna tahu jika mau makan di tempat ini, harus melakukan pemesanan tempat setidaknya lima jam sebelumnya. Aditya tersenyum, mengulurkan tangan padanya yang langsung Aruna sambut. "Saya udah pesan duluan sejak pagi tadi. Ya...ini termasuk taruhan juga sih. Soalnya saya juga berpikir bisa aja kamu akan menolak untuk diajak makan bersama."

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD