55

1529 Words

"Maaf," gumam Rona. Sesaat setelah ucapannya, Andita terkekeh miris. "Ternyata kamu sadar kalau tindakan kamu tadi itu salah. Seharusnya kamu enggak perlu mengklarifikasi kan apapun ke Aruna tentang keberadaan kita berdua disini. Bukannya kamu sendiri yang bilang, mau bikin dia berhenti berharap sama kamu? Biarin aja dia berpikir apapun tentang kita, dengan begitu dia akan benci kamu." Rona mengangguk pelan. Harusnya memang begitu, tapi setelah berhadapan dengan Aruna dan melihat wajah terkejut gadis itu, Rona jadi ketakutan. "Dan kamu pasti juga terganggu dengan pemandangan tadi kan? Soal Aruna yang di hotel bersama dengan pria lain?" Rona menoleh, melambatkan langkahnya sambil menatap Andita. "Mereka bilang ada urusan pekerjaan." Sontak Andita tertawa, kepalanya menggeleng dengan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD