31

1512 Words

"Aruna! Aruna!" Pertama Rona sudah mengucapkan salam di depan pintu kayu besar berwarna putih itu, namun tidak ada jawaban apapun dari orang di dalamnya. Dia kemudian berganti dengan memanggil nama seseorang yang ingin dia temui. Dia sangat yakin jika Aruna ada di dalam rumahnya, tapi sejak tadi gadis itu sama sekali tidak mau keluar. "Na, aku cuma mau ngomong sebentar aja. Aku enggak akan ngambil banyak waktu kamu. Tolong, keluar sebentar."  Rona memohon, helaan napas panjangnya adalah tanda bahwa dia benar-benar lelah tapi tetap tidak ingin menyerah. Hening adalah satu-satunya yang dia dapatkan. Padahal Rona sudah diam selama satu minggu karena tidak ingin terlalu memaksakan Aruna untuk memaafkannya, tapi apakah waktu satu minggu masih belum cukup bagi gadis itu untuk memberi Rona kes

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD