Prolog
Indonesia
Taman
"woi oper oper" ucap sekumpulan laki laki yang menyuruh seorang perempuan,perempuan itu pun mengopernya dengan tendangan dan masuk di gawang dengan mulus.
Mainan pun dihentikan
"gile gile u pro banget weh,ajarin aku lah"ucap mereka
"iya ajarin kita lah"ucap mereka lagi
Tiba tiba aku lihat anak laki laki yang nangis,ku datangin dengan penasaran juga ku duduk di sebelahnya.
"kamu kenapa?"tanya ku,dia pun menoleh dengan wajah yang ngak karuan
"****?****,*******?"ucapnya
(kamu ngomong apa? Aku ngak ngerti,kamu bisa ngomong bahasa mandarin)
aku keturunan cina-indonesia (jawa) daddy ku cina & mommy ku jawa makannya aku sangat fasih kedua bahasa itu。
"***,********"ucap ku
(bisa kok,tapi aku bukan orang china)
"******?"tanya nya
(jadi kamu orang apa?)
"*******,*******?"tanyaku
(sudah ini ngak penting,sekarang kenapa kamu nangis?)
"*****"ucapnya kemudian nangis sekencang kencangnya
(ibuku meninggal)
"****,***********?"ucap ku sambil pegang bahunya
(sudah sudah,kamu suka apa aku belikan?)
Namun ngak mempan
"******,******"ucapku
(aku ngak bisa hibur orang,kamu bisa peluk aku)
Dia pun langsung peluk aku membuatku sedikit kaget,ku pun menepuk bahunya dengan tenang
'ini sangat tiba tiba'batin ku
2 menit kemudian dia sudah selesai nangis
"*******"ucapnya dengan senyum
(aku sudah selesai nangis)
"******"ucapku dengan bigung yang bajuku basah dipenuhi air matanya
(aku ngak melakukan apa apa)
"******?"tanyanya yang membuatku sedikit kaget orang yang baru dikenalnya mau minta berteman
(kita teman?)
"******"ucap ku sambil senyum
(iya kita teman)
Seperti biasa kita main sama dari waktu ke waktu sampai lupa waktu tantenya yang menjemputnya sedangkan aku ngak ada menjemput 。
Orang tua ku selalu sibuk hingga malam hanya dengan pembantu juga bodyguard menurutku percuma aku tinggal di rumah besar tapi ngak ada kasih sayang.
1 tahun kemudian tepatnya jam 12.00 siang aku baru bangun,lihat di jendela seperti biasa barang barangnya di kamar kosong,ku buka pintu teras dia pindahan.
'aku terlambat,apa kita ngak perlu say goodbye?'batinku sambil air mataku mengalir.
Dia yang mengajarkanku semuanya,dia sangat dewasa