14. Perlindungan Gara

1569 Words

“Aduh!” Aurel meringis saat punggung tangannya terkena uap panas dari mesin pembuat kopi. Kemudian dengan cekatan meniupnya perlahan guna mencoba mengurangi rasa terbakar yang mulai menjalari kulit tangannya. Betapa sialnya Aurel hari ini. Punggung tangannya terlihat memerah, mungkin sebentar lagi akan melepuh. Akan tetapi ia tidak bisa mengeluh sebab dirinya harus tetap melanjutkan kegiatannya membuat kopi untuk rekan-rekan kerjanya di bagian marketing. “Apa gunanya ada OB kalau membuat kopi saja masih memerintahku?” Aurel menggerutu dengan wajah yang terlihat menahan perih. “Rel, setelah kau selesai membuat kopi, tolong bawakan barang-barang ini ke tim produksi di lantai empat, ya. Pastikan kau membawanya dengan benar, jangan sampai isinya rusak.” Aurel menoleh pada Joni, rekan kerja

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD