“Tiang mampu mengawasi gerak-gerik kalian. Jangan coba-coba, berbuat gak bener,” wejangan Kadek Satya berasa menghunjam relung hati kedua pria. Gayatri mendekati dua pria yang duduk bersila di lantai. Wanita ini tersenyum lalu berkata, "Silakan berdiri dan tolong betulkan bangku kembali.” Berdua lekas berdiri lalu membetulkan letak bangku. Di lantai sekarang tergeletak jasad seorang wanita yang sudah membusuk. Tampak belatung-belatung keluar dari lubang kulit. Lalat-lalat hijau bertebaran dan hingga di jasad tersebut. Baju yang dipakai si mayat masih sama, yaitu seragam milik Pak Man. Tampak jasad terlentang tanpa penutup kain di bagian bawah. Tampak jelas area sensitifnya basah lalu muncul percikan api perlahan berubah menjadi bara. Seketika keempat orang lari menjauh. Mereka mengamati

