“Gek, cerita jujur. Apa yang terjadi, kenapa bajumu kering semua?” tanya Ketut Mudita sambil bangkit lalu mendekati Gayatri dan memegang rambutnya. Tentu saja sikap kurang ajar sang teman kecil membuat Kadek Satya emosi. Dia mendekati Ketut Mudita sambil membentak. “Kleng! Apa maksud caine, jemak-jemak bok tunangan cang?” “Cicing caine!” teriak Ketut Mudita sambil meludah lalu berkata, “Wajar tiang curiga. Panak ajak bapa, patuh gen⁴. Penjahat kelamin!” Anggota tim yang lain segera memisahkan keduanya. Gayatri pun langsung mendorong Kadek Satya ke mobil. “Bli Dek, sabar! Kita mau ungkap kasus. Kenapa mesti ribut gini?” tanya Gayatri sambil merangkul kekasinya yang sedang emosi. Detak jantung Kadek Satya terdengar memburu di telinga Gayatri. “Dia yang mulai duluan, Gek. Apa maksudnya d

