“Ya, Pak yang salah. Kita lakuin karena kontrak semata. Mau makan apa?” Hati Deswita seketika berdesir mendengar omongan pria pelanggannya. Ada sedikit rasa sesal dan sakit dalam d**a. Mirip rasa patah hati nyerinya. Deswita merasa tak ada yang salah dengan perasaan terpendam. Cinta bisa datang kapan pun dan untuk siapa pun, meski tak tepat waktu. Seperti yang dialami Deswita saat ini. Dia pun ngerasain hal yang sama dan harus bisa menahan diri. Dia tak mau miskin lagi karena terhanyut rasa. Kehidupan mewah yang dijalani dalam setahun ini, adalah hasil dari sikap profesionalisme. “Aku pengen makan bakso. Boleh?” tanya Deswita untuk mencairkan suasana. “Boleh aja. Apa pun yang kau mau. Pak usahakan,” jawab Pak Beni yang tak bisa menutupi sikap romantisnya. Mobil perlahan mulai melamba

