"Kamu bisa ambil Bli Kadek kamu. Biar yang wanita diambil istri sosok merah." "Wah, ide bagus, Pak! Mari kita ke villa. Aman kita. Gak ada yang gangguin ritual lagi sampe Bli Kadek aku ambil dari masa lalu. Dia akan jadi milik aku seutuhnya," ucap Tunik dengan kilatan merah tampak keluar dari kedua manik mata. Kedua orang ini berlari ke arah taksi yang sedang menunggu tak jauh dari kerumunan warga. Tunik tersenyum lebar memasuki mobil diikuti oleh Balian. "Mau ke mana, Gek Tunik?"tanya pengemudi taksi yang tak lain adalah driver ojol langganan Tunik selama ini. "Kita langsung ke villa," jawab Tunik sambil menatap depan. Dalam hati wanita berkulit hitam manis ini puas telah tercapai keinginannya. Tinggal selangkah lagi, tujuan terakhir untuk memiliki Kadek Satya akan tercapai. Ada Balia

