Tanpa disangka-sangka seorang pria bertopeng datang dan langsung menghujam perut sekuriti tersebut dengan golok. Pria bertopeng itu melambaikan tangan. Dua orang memakai balaclava segera menghampirinya. "Habisi dia!" laki-laki bertopeng berucap lantang sembari menunjuk Kadek Satya menggunakan golok berlumuran darah. "Siapa kalian?" pekik Kadek Satya ketika melihat dua laki-laki tersebut menuruti perintah pria bertopeng. Kadek Satya bersiap berlari masuk ke kamar. Namun kakinya berhasil dicekal oleh salah satu pria berbalaclava yang bertubuh kekar. Ia mencoba melakukan perlawanan dengan menghentakkan kakinya, tetapi pria berjaket hitam langsung menusuk kaki Kadek Satya dengan sebilah pisau. Tawa menggelegar memenuhi ruangan ketika teriakkan kesakitan keluar dari mulut Kadek Satya. Laki

