1 minggu kemudian. "Om, kita mau ke mana?" Pagi-pagi sekali Anton sudah membangunkannya, memintanya mandi dan bersiap-siap. Dan di sinilah dirinya saat ini, di mobil yang sedang melaju, menembus macetnya jalanan Ibu kota. Sein tentu saja terkejut saat tahu kalau Anton yang membangunkannya mengingat sejak 1 minggu yang lalu Anton sudah kembali tinggal di rumahnya sendiri. Sekilas Anton melirik Sein yang masih terlihat sekali mengantuk. Sebenarnya ia tidak tega membangunkan Sein, tapi ia ingin mengajak Sein pergi bersamanya. "Kita akan ke bandara." "Jemput siapa?" "Rahasia," jawab Anton singkat. Sein merenggut begitu mendengar jawaban Anton. "Jemput siapa?" tanyanya menuntut. Anton terkekeh, sebenarnya enggan memberi tahu Sein, tapi ternyata Sein memaksa. "Jemput A

