20.

945 Words

                                     "Tak usah khawatir, Allah tahu pada siapa hati itu akan berlabuh." Air mata Kinar mengalir,namun dia segera mengambil bucket bunga yang akan dia berikan kepada Iqal. Dia tidak boleh egois, Sudah cukup salah paham yang dibuat oleh pemikirannya sendiri. Bahkan Iqal tidak pernah membohongi nya, Lima bulan yang lalu dia berjanji untuk mengkhitbah lihatlah dia datang lagi pada Kinar satu hal yang membuat Kinar yakin adalah saat Iqal di peluk tangannya masih terpaku di bawah dan tak membalas pelukan Oliv. Kinar menghapus bulir air mata yang sempat turun di bawah pelupuk matanya. Dia berjalan ke arah Iqal,meskipun lelaki itu masih tak bergeming. Iqal itu tidak pernah ingin di peluk wanita yang bukan mahram nya tapi hari ini Oliv mengacaukan segalanya. "Eh

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD