17.

802 Words

                        "Bahkan ketika aku sedang berjuang tapi kau malah tak mau melihatku." Kinar pulang dengan berlari tanpa mengucapkan salam. Bundanya  bingung dengan sikap Kinar yang tidak seperti biasanya segera menyusul Kinar untuk masuk ke kamarnya,namun pintu kamar putri sulungnya itu tertutup. "Putri bunda yang cantik ini kenapa ? Kinar sakit nak ?" Tanya Bunda dengan nada yang snagat khawatir. "Heheh Kinar enggak apa-apa bun." Ucap Kinar sambil menutup mulutnya untuk menyembunyikan suara tangis yang tak terbendung lagi. "Tadi kenapa lupa ucap salam nak ?" "Heheh lupa bun,maafin Kinar ya bun." Lagi Kinar berbohong,sebenarnya dia tidak berniat membohongi bundanya namun terpaksa karena tidak mau melihat wanita yang di cintainya itu sedih. "Iya nak,nanti Kinar makan ya. Bun

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD