Menjemput Kebahagiaan

2999 Words

"Ayah sudah membelikanmu tiket, sweetheart." Ia bahkan baru keluar dari kamarnya. Penampilannya masih tampak rapi. Walau tanpa riasan apapun kali ini. Hanya menggunakan pelembab. Tak ada Acha atau Mario yang akan menggodanya. Keduanya sudah keluar sejak pagi-pagi sekali. Ia tadi mendengar Acha menggerutu ketika sedang mengganti baju. Mungkinnada pekerjaan mendadak hingga membuatnya tampak kesal begitu. "Urusan di kampusmu, sudah ayah aman kan. Ada hal lain lagi yang harus diurus? Biar ayah bantu." Ia menghela nafas. Kemudian membawa dua piring ke atas baki. Ayahnya melihatnya. Mungkin mau makan bersama dengan lelaki di bawah? Walau sejak pagi kemarin, Echa tak keluar lagi untuk mengantar makanan. Entah siapa yang mengantar makanan untuk Ferril, Echa juga tak tahu. Tak ingin bertanya bu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD