Kemarahan

2999 Words

Acha mengerutkan kening karena kakaknya tak kunjung muncul. Jadi ia bergerak menaikki tangga untuk kemudian membuka pintu kamar dengan sangat pelan dan berkacak pinggang di sana. "DAAAAD! LOOK AT YOUR DAUGHTER! SHE'S WEARING MAKEUP EVEN THOUGH SHE'S ONLY TO DELIVER FOOD!" Ia mengadu pada ayahnya di dekat pintu kamar. Echa jelas ingin menyumpal mulutnya. Gerakannya ketika sedang memakai lisptik mendadak terhenti gara-gara ucapan Acha barusan. Lalu ke mana saudara kembarnya itu? Sudah berlari dari tangga sambil cekikikan. Ia tak mau rambutnya rontok seperti semalam gara-gara adu jotos dengan kakaknya itu. Ayahnya terkekeh di bawah. Yaaaa tak menyangka kalau akan ada suasana semacam ini di rumah. Sesuatu yang sangat menyenangkan. Karena anak gadisnya begitu berisik. Ya yang satu berisik

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD