"Okaay. Done, siis!" Usai bertemu Ferril, ia kembali ke rumah lalu menemani Echa makan. Untuk menghibur hatinya, ia mengecat rambut gadis itu. Keduanya tertawa-tawa. Lalu Acha membuat setengah rambutnya menjadi agak ikal. Hampir mirip dengannya. Sehingga rambut Echa yang agak tipis itu menjadi lebih berisi. Keduanya tampak bersenang-senang. Ya setidaknya untuk sementara waktu begitu. Setelah itu, Acha harus pergi. Ada Mario yang datang menjemputnya. Ia meninggalkan Echa di rumah. Lalu gadis itu merasa kesepian lagi. Ia tampak sedang berpikir sebetulnya, apakah harus menemui Ferril? Atau tidak? Tapi lelaki itu semalam sungguh membuat Echa ketakutan. Rasanya seperti hampir mati dan tak percaya kalau Ferril akan tega melakukan itu. Ya kan? Ia menghela nafas. Masih menimbang-nimbang. Seme

